Langsung ke konten
Publik

Dari Jeruju Menuju Gua Maria Shanti Buana: Ziarah Rosario Lingkungan Santo Rufinus, Perjalanan Iman yang Mempererat Persaudaraan

Diperbarui
Para Umat Lingkungan Santo Rufinus selesai dari Pusat Kerohanian Bandol mengunjungi Gereja Katolik Santo Yusuf Pelindung Tiang Tanjung. Minggu 25 Oktober 2026.
Para Umat Lingkungan Santo Rufinus selesai dari Pusat Kerohanian Bandol mengunjungi Gereja Katolik Santo Yusuf Pelindung Tiang Tanjung. Minggu 25 Oktober 2026.

PONTIANAK — Semangat iman, persaudaraan, dan cinta kasih Kristus mengiringi perjalanan umat Katolik Lingkungan Santo Rufinus, Wilayah 2, Gereja Katolik Bunda Maria, Paroki Jeruju, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Keuskupan Agung Pontianak, dalam kegiatan Ziarah Rohani Bulan Rosario ke Gua Maria Shanti Buana, Pusat Kerohanian Karmel Bandol, Desa Untang, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh 34 umat Katolik ini merupakan bagian dari program kerja Lingkungan Santo Rufinus untuk memperdalam kehidupan rohani, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan menggereja. Ziarah ini tidak sekadar menjadi perjalanan menuju tempat doa, tetapi juga kesempatan bagi umat untuk memperbarui komitmen iman dan menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Berangkat dalam Doa, Melangkah dalam Persaudaraan

Rombongan berangkat dari Jeruju, Pontianak, pada pukul 04.00 WIB menggunakan bus pariwisata. Perjalanan pagi itu menjadi awal dari kebersamaan yang penuh sukacita. Di dalam bus, para peserta mengawali perjalanan dengan doa Rosario bersama, memohon perlindungan Tuhan dan penyertaan Bunda Maria agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.

Suasana perjalanan semakin hangat melalui kegiatan karaoke bersama. Doa dan nyanyian menjadi bagian dari pengalaman kebersamaan yang mempertemukan umat dalam suasana kekeluargaan. Perjalanan ini memperlihatkan bahwa kehidupan menggereja tidak hanya dibangun melalui kegiatan liturgis, tetapi juga melalui relasi persaudaraan, komunikasi, dan sukacita bersama.

Rombongan tiba di kawasan Gua Maria Shanti Buana, Pusat Kerohanian Karmel Bandol, sekitar pukul 08.15 WIB. Kedatangan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk sejenak meninggalkan rutinitas sehari-hari dan memusatkan hati pada doa, refleksi, serta pembaruan iman.

Gua Maria Shanti Buana, Tempat Menyerahkan Harapan dan Syukur

Salah satu kegiatan utama dalam ziarah ini adalah doa Rosario di Gua Maria Shanti Buana. Dalam suasana doa, umat diajak untuk merenungkan perjalanan hidup Yesus Kristus bersama Bunda Maria, sekaligus membawa berbagai intensi pribadi, keluarga, dan komunitas kepada Tuhan.

Bagi umat Katolik, Bulan Rosario merupakan kesempatan istimewa untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan permenungan misteri kehidupan Kristus. Melalui perantaraan Bunda Maria, umat diajak belajar tentang ketaatan kepada kehendak Allah, kesetiaan dalam menghadapi tantangan, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Misa Penutupan Bulan Rosario. Perayaan Ekaristi menjadi pusat kehidupan iman umat sekaligus ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan kehidupan bersama.

Melalui doa dan perayaan Ekaristi, peserta diharapkan semakin menyadari bahwa iman tidak berhenti pada ungkapan doa, melainkan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata: mengasihi keluarga, membantu sesama, menjaga kerukunan, serta mengambil bagian secara aktif dalam kehidupan Gereja.

Setelah kegiatan rohani, para peserta menikmati suasana rekreasi di kompleks Pusat Kerohanian Karmel Bandol dan makan bersama. Kebersamaan tersebut menjadi ruang untuk mempererat relasi antarumat, membangun komunikasi yang lebih akrab, serta menumbuhkan semangat saling mengenal dan saling mendukung.

Melanjutkan Perjalanan Iman ke Gereja Stasi Santo Yusuf Tiang Tanjung

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan karaoke di dalam bus. Rombongan mengunjungi Gereja Stasi Santo Yusuf Tiang Tanjung, Paroki Karangan, Keuskupan Agung Pontianak. Kunjungan ini menjadi bagian dari pengalaman ziarah yang memperluas wawasan umat mengenai kehidupan menggereja di wilayah lain.

Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama sebagai dokumentasi dan kenangan kebersamaan. Lebih dari sekadar mengabadikan perjalanan, kunjungan ini mencerminkan semangat persatuan umat Katolik dalam satu persekutuan Gereja, meskipun hidup dan berkarya di lingkungan serta wilayah pelayanan yang berbeda.

Persaudaraan dalam Gereja tumbuh ketika umat saling mengunjungi, saling mengenal, dan saling menguatkan. Semangat inilah yang hendak terus dipelihara oleh Lingkungan Santo Rufinus dalam menjalankan program kerja dan pelayanan pastoral.

Air Terjun Tikalong, Sukacita dalam Kebersamaan

Setelah mengunjungi Gereja Stasi Santo Yusuf Tiang Tanjung, rombongan melanjutkan perjalanan rekreasi ke kawasan Wisata Air Terjun Tikalong, Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Di lokasi wisata tersebut, para peserta menikmati keindahan alam, makan bersama, mandi di kawasan wisata, dan berfoto bersama. Suasana alam menjadi latar bagi terciptanya kenangan yang memperkuat hubungan persaudaraan di antara umat.

Kegiatan rekreasi ini menunjukkan bahwa pembinaan kehidupan lingkungan juga membutuhkan ruang kebersamaan yang menyenangkan. Melalui pengalaman bersama di luar rutinitas, umat memiliki kesempatan untuk membangun keakraban, menumbuhkan rasa memiliki, serta memperkuat solidaritas dalam komunitas.

Kebersamaan yang terbangun diharapkan tidak berhenti setelah perjalanan berakhir. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi modal sosial dan rohani untuk semakin aktif dalam doa lingkungan, kegiatan keluarga, pelayanan Gereja, serta berbagai program pembinaan iman.

Pada sore hari, rombongan memulai perjalanan kembali menuju Jeruju, Pontianak, menggunakan bus pariwisata. Sepanjang perjalanan pulang, suasana tetap semarak dengan karaoke bersama. Rombongan kembali ke Pontianak pada malam hari, sekitar pukul 21.00 WIB, dengan membawa pengalaman rohani, kenangan persaudaraan, dan semangat baru untuk melanjutkan kehidupan menggereja.

Sumiati: Terus Kompak Mewujudkan Lingkungan yang Beriman, Bersaudara, dan Mantap

Ketua Lingkungan Santo Rufinus, Sumiati, menyampaikan pesan agar seluruh umat terus menjaga kekompakan dan memperkuat persaudaraan dalam kehidupan lingkungan.

“Mari kita terus kompak dengan mewujudkan Lingkungan Santo Rufinus yang beriman, bersaudara, dan mantap,” demikian pesan Ketua Lingkungan Santo Rufinus.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya kesatuan hati dalam membangun komunitas yang berakar pada iman, hidup dalam persaudaraan, dan memiliki komitmen yang kuat untuk menjalankan program serta pelayanan lingkungan.

Kekompakan bukan hanya terlihat ketika umat mengikuti kegiatan bersama, melainkan juga melalui kesediaan untuk saling membantu, saling mendengarkan, menghargai perbedaan, serta hadir bagi anggota lingkungan yang membutuhkan dukungan.

Novi: Pelayanan Akan Semakin Kuat Jika Dilakukan Bersama

Koordinator Panitia sekaligus Sekretaris Lingkungan Santo Rufinus, Novi, mengajak seluruh umat untuk terus berjalan bersama dalam pelayanan dan pelaksanaan program kerja lingkungan.

Pesan tersebut mengandung makna bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh panitia atau pengurus, tetapi juga oleh keterlibatan dan dukungan seluruh umat. Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengambil bagian sesuai dengan kemampuan dan karunia yang dimilikinya.

Semangat gotong royong dalam pelayanan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan komunitas basis Gerejawi. Ketika umat bersedia bekerja bersama, tanggung jawab menjadi lebih ringan, komunikasi semakin terbuka, dan program pembinaan iman dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, kegiatan ziarah rohani tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan budaya pelayanan yang partisipatif, inklusif, dan penuh kasih.

Yacobus Juliannelis: Kasih kepada Allah Harus Terwujud dalam Kasih kepada Sesama

Pembimbing kegiatan, Yacobus Juliannelis, S.T., M.Sos., Penyuluh Agama Katolik pada Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Pontianak, Pengurus Lingkungan Santo Rufinus Seksi Keluarga, Ketua Bidang Kerygma Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Jeruju, serta Pengurus Komisi Keluarga Keuskupan Agung Pontianak, menekankan pentingnya menjadikan kasih sebagai dasar utama kehidupan iman dan pelayanan.

Ia mengajak umat untuk menghayati hukum kasih sebagaimana diajarkan Yesus Kristus, yakni mencintai Tuhan Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan, serta mencintai sesama seperti diri sendiri.

Menurut pesan pembinaan tersebut, iman yang hidup perlu tampak dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Kasih kepada Allah diwujudkan melalui doa, kesetiaan, dan ketaatan kepada kehendak-Nya. Sementara itu, kasih kepada sesama diwujudkan melalui kepedulian, pengampunan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kesediaan untuk melayani tanpa membeda-bedakan.

Yacobus juga mengajak seluruh peserta untuk semakin dipenuhi cinta kasih Kristus, menerima berkat Bapa di surga, dan senantiasa dibimbing oleh Roh Kudus.

Pesan ini mengingatkan umat bahwa tujuan terdalam dari ziarah rohani bukan semata-mata mengunjungi tempat suci, melainkan mengalami pembaruan hati agar semakin mampu menghadirkan wajah kasih Allah di tengah keluarga, lingkungan, Gereja, dan masyarakat.

Ziarah yang Mengubah Hati, Persaudaraan yang Menguatkan Gereja

Kegiatan Ziarah Rohani Bulan Rosario Lingkungan Santo Rufinus Wilayah 2 Paroki Bunda Maria Jeruju menjadi pengingat bahwa pertumbuhan iman membutuhkan doa, perayaan Ekaristi, pembinaan, dan relasi persaudaraan yang nyata.

Melalui perjalanan ke Gua Maria Shanti Buana Bandol, kunjungan ke Gereja Stasi Santo Yusuf Tiang Tanjung, serta rekreasi bersama di Air Terjun Tikalong, umat memperoleh kesempatan untuk membangun pengalaman iman yang menyeluruh. Doa meneguhkan hubungan dengan Allah, persaudaraan memperkuat hubungan antarsesama, sedangkan rekreasi menyediakan ruang untuk memulihkan semangat dan membangun keakraban.

Bagi Lingkungan Santo Rufinus, pengalaman ini diharapkan menjadi dorongan untuk semakin menghidupi semangat Gereja sebagai persekutuan umat Allah yang berdoa, melayani, dan berjalan bersama.

Penutup: Pulang Membawa Sukacita, Kembali Melayani dengan Kasih

Ziarah boleh berakhir, bus boleh kembali ke Jeruju, dan perjalanan boleh menjadi kenangan. Namun, semangat iman yang tumbuh selama perjalanan hendaknya terus hidup dalam setiap langkah pelayanan.

Jangan biarkan doa hanya tinggal di tempat ziarah. Bawalah doa itu ke dalam keluarga. Jangan biarkan persaudaraan hanya tumbuh selama perjalanan. Rawatlah persaudaraan itu dalam kehidupan sehari-hari. Jangan biarkan kasih hanya menjadi kata-kata. Wujudkanlah kasih melalui tindakan nyata.

Mari kita terus berjalan bersama sebagai satu keluarga besar Lingkungan Santo Rufinus: semakin beriman kepada Allah, semakin bersaudara satu sama lain, dan semakin mantap dalam pelayanan Gereja.

Semoga Bunda Maria senantiasa menuntun perjalanan iman kita kepada Yesus Kristus. Semoga Bapa di surga melimpahkan berkat-Nya, dan Roh Kudus membimbing setiap langkah pelayanan kita.

Dari doa Rosario menuju aksi kasih, dari persaudaraan menuju pelayanan, dari ziarah menuju pembaruan hidup.

Lingkungan Santo Rufinus — Beriman, Bersaudara, dan Mantap dalam Kasih Kristus.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua