KabarKalimantan.id – Pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan berbahasa dan berkarya melalui rangkaian perlombaan Bulan Bahasa 2026 yang diselenggarakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Sintang.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah perlombaan, mulai dari membaca puisi, bertutur, hingga bertundang atau pantun berdendang, sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan sastra Indonesia.
Rangkaian perlombaan berlangsung pada 17 Oktober 2026 dengan melibatkan pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Sintang.
Lomba puisi dibuka untuk ketiga jenjang pendidikan tersebut, sementara lomba bertutur diperuntukkan bagi siswa SD dan lomba bertundang bagi siswa SMP.
Kegiatan yang digelar melalui kolaborasi MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Sintang, Forum Indonesia Menulis Kabupaten Sintang, serta relawan literasi masyarakat itu mencapai puncaknya melalui Talkshow Pendidikan di Hotel Bagoes, Sintang, Rabu (21/10/2026).
Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Sintang, Radiman, mengatakan Bulan Bahasa tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga sarana mendorong pelajar agar lebih percaya diri dalam mengembangkan kemampuan berbahasa dan berkarya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak dan generasi muda untuk berani berkarya, mengembangkan potensi, serta mencintai bahasa dan sastra Indonesia,” ujar Radiman.
Menurutnya, kemampuan literasi memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan menghadapi berbagai tantangan.
“Kami percaya bahwa literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya
Sebagai puncak rangkaian Bulan Bahasa 2026, panitia menggelar Talkshow Pendidikan dengan menghadirkan aktivis pendidikan sekaligus penulis dari P2G Surabaya, Alfian Bahri, serta sastrawan lokal dan pegiat seni, Pay Jarot Sujarwo.
Kedua narasumber dihadirkan untuk memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya literasi, pendidikan, serta peran bahasa dan sastra dalam kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Sintang juga berupaya mempertemukan kalangan pendidik, komunitas penulis, pegiat literasi, dan masyarakat dalam memperkuat gerakan literasi di daerah.
Radiman menyampaikan apresiasi kepada para guru, peserta, narasumber, komunitas penulis, dan relawan yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan.
Ia berharap semangat literasi yang dibangun melalui Bulan Bahasa dapat terus berkembang dan tidak berhenti setelah perlombaan maupun talkshow selesai.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Kami berharap semangat literasi terus tumbuh, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di tengah keluarga dan masyarakat. Sebab, memajukan generasi adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama antara sekolah, komunitas literasi, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar semakin banyak generasi muda yang memiliki minat membaca, menulis, serta berkarya melalui bahasa dan sastra Indonesia.