KabarKalimantan.id – Menjelang pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) pada 23 November 2026, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak menggelar pelatihan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun kisi-kisi dan soal asesmen yang berkualitas.
60 peserta yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan In House Training (IHT) Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di MAN 2 Pontianak, Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema “Optimalisasi Kompetensi Guru dalam Penyusunan Kisi-Kisi dan Soal Asesmen yang Berkualitas”, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman tenaga pendidik mengenai penyusunan instrumen penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Kepala MAN 2 Pontianak, Hj. Yuliana, mengatakan peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan asesmen akhir semester.
Menurutnya, penyusunan soal tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengukur penguasaan materi, tetapi juga bagaimana guru dapat menilai capaian pembelajaran peserta didik secara tepat.
Melalui kegiatan IHT dan bimbingan teknis tersebut, para guru diharapkan lebih siap menyusun perangkat asesmen sebelum pelaksanaan PAS yang dijadwalkan berlangsung mulai 23 November mendatang.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dari Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, yakni Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Aris Sujarwono, dan Pengawas Pembina, Hj. Wafida.
Aris Sujarwono yang membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas inisiatif MAN 2 Pontianak dalam memberikan ruang pengembangan kompetensi bagi tenaga pendidik.
Menurutnya, perubahan kebijakan dan perkembangan dunia pendidikan menuntut guru untuk terus memperbarui pengetahuan serta keterampilan profesional.
“Guru harus senantiasa memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar mampu mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan serta menerapkannya dalam proses pembelajaran maupun penilaian hasil belajar peserta didik,” tegas Aris.
Ia menekankan pentingnya kemampuan guru dalam menerapkan pengetahuan tersebut secara langsung, termasuk ketika merancang instrumen asesmen bagi peserta didik.
Pada sesi pelatihan, peserta mendapatkan penguatan mengenai prinsip penyusunan kisi-kisi, pengembangan butir soal, serta penyusunan perangkat asesmen sesuai kaidah penilaian pendidikan.
Materi tersebut diharapkan dapat membantu guru menghasilkan soal yang relevan dengan kompetensi yang hendak diukur.
Selain itu, penyusunan kisi-kisi yang terarah juga diperlukan agar penilaian dapat memberikan gambaran yang lebih tepat mengenai pemahaman dan kemampuan peserta didik.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, kemudian dilanjutkan dengan laporan Kepala MAN 2 Pontianak serta penyampaian materi oleh narasumber.
Melalui pelatihan ini, MAN 2 Pontianak berharap para guru mampu menerapkan hasil pembelajaran dalam penyusunan soal PAS sekaligus meningkatkan mutu penilaian di lingkungan madrasah.
Peningkatan kualitas asesmen juga diharapkan membantu guru memperoleh informasi yang lebih baik mengenai capaian belajar siswa sebagai bahan evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran berikutnya. (*)
Penulis : Bahjatussaniah