- 17 unit traktor roda empat
- 34 unit traktor roda dua
- 43 unit pompa air
- 30 unit handsprayer
- 4 unit transplanter
Kabarkalimantan.id -- Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, pada Jumat (22/11). Dalam kunjungannya, Mentan mengunjungi Desa Anjir Pasar Kota I untuk meninjau program optimalisasi lahan sekaligus meresmikan Brigade Pangan (BP), sebuah program strategis yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut. Kehadiran Mentan disambut langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Batola, Dinansyah, serta para pejabat daerah lainnya.
Brigade Pangan merupakan program unggulan Kementerian Pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani melalui penerapan teknologi modern dan pengelolaan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Mentan menekankan pentingnya teknologi dan keuntungan yang jelas sebagai kunci keberhasilan sektor pertanian di Indonesia. “Kunci pertanian adalah teknologi dan keuntungan jelas,” tegas Andi Amran. Ia juga menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta agar swasembada pangan dapat tercapai dalam waktu yang lebih cepat.
Mentan menyebutkan, salah satu upaya menarik minat petani muda adalah dengan memastikan mereka mendapatkan keuntungan yang layak. “Petani milenial butuh keuntungan Rp10 juta per bulan. Juga perlu teknologi tinggi. Tanpa itu, mereka sulit tertarik bertani,” katanya. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah untuk menciptakan regenerasi petani dengan menghadirkan insentif finansial serta akses terhadap teknologi pertanian yang modern.
Kepala Dinas Pertanian Barito Kuala, Murniati, menyatakan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung program Brigade Pangan ini. “Kami sudah membentuk 91 Brigade Pangan,” ujar Murniati. Setiap Brigade Pangan akan bertanggung jawab mengelola lahan seluas 200 hektar dengan keanggotaan 15 petani milenial per brigade. Target dari program ini adalah memastikan setiap petani mendapatkan penghasilan yang layak melalui optimalisasi produksi dan efisiensi.
Desa Anjir Pasar Kota I dipilih sebagai model percontohan bagi implementasi program ini. Lokasi tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, termasuk alokasi bantuan yang cukup besar untuk mendukung pelaksanaannya. Bantuan tersebut diberikan oleh Kementerian Pertanian dalam bentuk alat dan mesin pertanian (Alsintan) senilai Rp8 miliar.
Pada kunjungan tersebut, Menteri Pertanian secara simbolis menyerahkan bantuan Alsintan untuk mendukung operasional Brigade Pangan. Bantuan ini mencakup berbagai jenis alat dan mesin pertanian, seperti:
Pilihan Lain