Langsung ke konten
News

Syarif Abdullah Dorong Realisasi Pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas II

penambahan kapasitas Jembatan Kapuas II lebih memungkinkan untuk direalisasikan dalam waktu dekat dibandingkan pembangunan Jembatan Kapuas III yang masih membutuhkan proses panjang

Redaksi
Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Banggar DPR RI saat kunker ke Pemerintah Kota Pontianak, Rabu (14/10/2026)
Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Banggar DPR RI saat kunker ke Pemerintah Kota Pontianak, Rabu (14/10/2026)

KabarKalimantan.id - Anggota Komisi V DPR RI sekaligus Wakil Ketua Banggar DPR RI Syarif Abdullah, mendorong pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas II menjadi prioritas untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan kawasan sekitarnya.

Menurutnya, penambahan kapasitas Jembatan Kapuas II lebih memungkinkan untuk direalisasikan dalam waktu dekat dibandingkan pembangunan Jembatan Kapuas III yang masih membutuhkan proses panjang.

Ia mengatakan, kepadatan kendaraan di Jembatan Kapuas I dan Kapuas II telah menjadi persoalan yang memerlukan penanganan melalui peningkatan kapasitas infrastruktur penyeberangan.

“Sekarang ini kemacetan sudah menjadi persoalan. Jembatan Kapuas II juga traffic-nya cukup padat. Karena itu kita sudah berdiskusi, mungkin yang diprioritaskan lebih dahulu adalah duplikasi Jembatan Kapuas II,” ujar pria yang karib disapa Ami Dolah itu

Dirinya menjelaskan, pembangunan Jembatan Kapuas III sebenarnya telah masuk dalam perencanaan dan dirancang terhubung dengan jaringan jalan lingkar serta jalan tol.

Namun, realisasi proyek tersebut masih menghadapi sejumlah tahapan, terutama penyelesaian pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

“Jembatan Kapuas III memang sudah ada perencanaannya, tetapi prosesnya masih panjang. Provinsi juga masih harus menyelesaikan pembebasan lahan,” ujarnya.

Berbeda dengan rencana Jembatan Kapuas III, Dirinya menilai pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas II memiliki peluang untuk dilaksanakan lebih cepat karena kebutuhan lahannya relatif telah tersedia.

Selain itu, biaya pembangunan dinilainya lebih terukur dibandingkan pembangunan jembatan baru pada koridor yang berbeda.

“Kalau duplikasi Jembatan Kapuas II, lahannya sudah tersedia dan biayanya juga tidak terlalu besar. Jadi ini yang menurut saya bisa didorong lebih cepat,” ujarnya

Meski demikian, Ami Dola mengakui masih terdapat sejumlah tahapan teknis dan administrasi yang harus diselesaikan sebelum pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas II dapat direalisasikan.

Ia menyebut pembahasan mengenai prioritas pembangunan tersebut telah dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk unsur komisi di DPR RI.

Menurutnya, peningkatan kapasitas jalan dan jembatan menjadi kebutuhan penting mengingat Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat sekaligus pusat aktivitas pemerintahan, perdagangan, dan jasa.

Dirinya berharap pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas II dapat memperlancar konektivitas antarwilayah serta mengurangi kepadatan kendaraan pada jalur penghubung Pontianak dan Kubu Raya.

“Kalau kapasitas jembatan bertambah, arus kendaraan bisa terbagi. Itu yang kita harapkan bisa membantu mengurangi kemacetan yang sekarang terjadi,” ujarnya. (*)

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua