- PS, yang menjabat sebagai Inspektur Tambang Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada periode 2015-2016. Sebagai pejabat yang memiliki kewenangan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di wilayah tersebut, peran PS dalam kasus ini sangat relevan untuk memahami bagaimana pengawasan terhadap aktivitas tambang timah dilakukan, serta apakah ada indikasi penyalahgunaan kewenangan atau kelalaian yang memicu tindak pidana korupsi.
- DHS, Inspektur Tambang di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sejak 2016 hingga saat ini. Sebagai pejabat yang memiliki kewenangan lebih luas dalam mengawasi sektor pertambangan di tingkat nasional, DHS diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif terkait kebijakan dan pengawasan terhadap PT Refined Bangka Tin dan perusahaan-perusahaan tambang lainnya.
- HP, Kepala Bidang Tata Kelola dan Pemanfaatan Kawasan Hutan sejak April 2022 hingga sekarang. Meskipun menjabat setelah periode yang menjadi fokus penyidikan, HP berperan penting dalam memberikan gambaran terkait dengan kebijakan tata kelola yang berkaitan dengan pemanfaatan kawasan hutan yang juga bisa berhubungan dengan aktivitas pertambangan timah. Pemahaman terhadap regulasi dan peraturan yang ada sangat diperlukan untuk melihat apakah ada penyimpangan dalam penerapan hukum yang terjadi pada masa lalu.
Kabarkalimantan.id -- Kejaksaan Agung (Kejagung) semakin memperkuat penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait tata niaga komoditas timah. Pada Kamis, (16/01), Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAMPIDSUS) memeriksa tiga orang saksi penting yang diduga memiliki keterkaitan dengan PT Refined Bangka Tin, tersangka korporasi dalam kasus ini. Penyidikan ini semakin intensif dengan bertambahnya bukti dan informasi yang diperoleh selama proses pemeriksaan saksi-saksi yang memiliki peran penting dalam aktivitas bisnis yang terkait dengan industri timah di Indonesia.
Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah mengatakan pemeriksaan saksi-saksi ini sangat krusial untuk memperkuat bukti dalam proses penyidikan. “Kami terus bekerja untuk mengungkap praktik korupsi yang merugikan negara dan masyarakat,” kata Febrie. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Kejaksaan Agung untuk memastikan bahwa setiap aspek dari kasus ini dapat terungkap dengan jelas dan akurat, serta menegakkan hukum untuk kepentingan rakyat dan negara.
Tiga saksi yang diperiksa tersebut memiliki posisi strategis yang berpotensi memberikan informasi penting terkait jalannya aktivitas korupsi yang terjadi dalam tata niaga timah. Mereka adalah:
Pilihan Lain