KabarKalimantan.id – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Pontianak berkolaborasi dengan RRI Pontianak, Kementerian Agama Kota Pontianak, dan BAZNAS Kalimantan Barat menggelar Workshop Jurnalistik Digital untuk meningkatkan kemampuan petugas humas dalam menghasilkan berita dan konten media sosial yang berkualitas.
Kegiatan yang berlangsung di Aula RRI Pontianak, Selasa (20/10/2026), tersebut mengangkat tema “Jurnalistik Digital dan Konten Media Sosial: Dari Liputan Menjadi Berita, dari Berita Menjadi Konten”.
Workshop ini diikuti para petugas humas dan pengelola media sosial di lingkungan Kementerian Agama Kota Pontianak.
Ketua ISNU Kota Pontianak, Dewi Puryanti, mengatakan perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk menyampaikan informasi. Namun, kemampuan meliput suatu kegiatan belum tentu diikuti keterampilan menyusun berita yang akurat dan menarik bagi masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan ISNU menginisiasi pelatihan jurnalistik digital bagi petugas humas.
Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai teknik dasar peliputan, penulisan berita menggunakan unsur 5W+1H, etika jurnalistik, hingga strategi mengolah berita menjadi berbagai format konten media sosial.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik penulisan berita cepat dan pembuatan konten digital.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Ruslan, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya profesionalisme dan tanggung jawab petugas humas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Ia berharap workshop tersebut dapat meningkatkan kemampuan humas dalam menghasilkan berita yang benar, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ruslan juga mengingatkan bahwa keterampilan teknis harus diimbangi dengan integritas, kemampuan berpikir kritis, serta ketelitian dalam memeriksa informasi.
Menurutnya, petugas humas perlu mampu memilah data yang valid dan menyajikan informasi secara objektif agar masyarakat memperoleh informasi yang tepat.
Ruslan berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu kali pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan dengan program peningkatan kapasitas lainnya.
Dengan pembinaan berkelanjutan, ia berharap terbentuk tim humas yang semakin terampil dalam mengelola informasi dan menyampaikan program-program kelembagaan kepada publik.
Di kesempatan yang sama, Kepala RRI Pontianak, Budi Suwarno, menyambut baik kolaborasi tersebut.
Ia berharap RRI dapat terus menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi literasi media bagi masyarakat Kalimantan Barat.
Budi menilai humas memiliki peran penting sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab menyampaikan informasi lembaga secara berkualitas dan bertanggung jawab.
Dukungan juga disampaikan Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Hamzah Tawil.
Menurutnya, peningkatan keterampilan jurnalistik digital dapat membantu lembaga menyampaikan berbagai program dan kegiatan yang selama ini belum tersosialisasikan secara luas.
Melalui penguasaan jurnalistik dan pengelolaan konten media sosial, informasi mengenai program kelembagaan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif.
Kolaborasi empat lembaga tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas komunikasi publik, khususnya di lingkungan Kementerian Agama Kota Pontianak. (*)