Langsung ke konten
News

Gubernur Norsan Minta Evaluasi Antrean Layanan Dokter Spesialis Usai Terima Keluhan Pasien di RSUD Soedarso

Ria Norsan memerintahkan manajemen RSUD dr. Soedarso segera mengevaluasi sistem pelayanan, terutama pengaturan jadwal praktik dokter spesialis dan waktu tunggu pasien

Redaksi Diperbarui
Gubernur Ria Norsan saat meninjau layanan di RSUD Soedarso pada Senin (2/10/2026)
Gubernur Ria Norsan saat meninjau layanan di RSUD Soedarso pada Senin (2/10/2026)

KabarKalimantan.id – Lamanya waktu tunggu pelayanan dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedarso Pontianak menjadi perhatian Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

Keluhan tersebut ditemukan saat gubernur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat itu, Senin (2/11/2026).

Dalam kunjungannya, Ria Norsan berdialog langsung dengan sejumlah pasien dan keluarga untuk mengetahui kondisi pelayanan kesehatan yang mereka terima.

Dari hasil dialog tersebut, ia menemukan bahwa meskipun pelayanan rumah sakit secara umum dinilai cukup baik oleh pasien yang ditemuinya, masih terdapat keluhan mengenai lamanya waktu menunggu dokter spesialis.

“Dari hasil dialog dengan masyarakat, secara umum pelayanan sudah dinilai bagus. Namun, masih ada keluhan terkait pelayanan dokter spesialis karena pasien harus menunggu cukup lama,” ungkap Ria Norsan.

Menanggapi keluhan itu, Ia memerintahkan manajemen RSUD dr. Soedarso segera mengevaluasi sistem pelayanan, terutama pengaturan jadwal praktik dokter spesialis dan waktu tunggu pasien.

Berdasarkan hasil pengecekan saat sidak, salah satu penyebab keterlambatan pelayanan adalah dokter spesialis yang masih menangani tindakan operasi sehingga pelayanan di poliklinik harus menunggu.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pasien yang telah datang sesuai jadwal membutuhkan kepastian mengenai waktu pemeriksaan.

Norsan menilai pengaturan jadwal pelayanan perlu diperbaiki agar kegiatan medis yang berlangsung di ruang operasi tidak menyebabkan ketidakpastian berkepanjangan bagi pasien poliklinik.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan waktu dan koordinasi antartenaga medis dalam memberikan pelayanan.

“Saya meminta kepada para dokter yang bekerja di rumah sakit ini agar disiplin dengan waktu, karena pasien sudah lama menunggu, dan membutuhkan pertolongan dengan cepat,” katanya

Meski demikian, penanganan pasien yang membutuhkan tindakan operasi juga harus tetap menjadi prioritas sesuai kondisi medisnya.

Karena itu, evaluasi tidak hanya berkaitan dengan ketepatan waktu dokter, tetapi juga bagaimana rumah sakit mengatur jadwal dan menyampaikan informasi kepada pasien ketika terjadi perubahan pelayanan.

Selain pengaturan jadwal, penyampaian informasi kepada pasien menjadi hal yang perlu diperhatikan manajemen rumah sakit.

Ketika dokter spesialis harus menangani tindakan medis yang menyebabkan pelayanan poliklinik tertunda, pasien dan keluarga perlu mendapatkan penjelasan mengenai kondisi tersebut.

Informasi yang jelas diharapkan dapat membantu masyarakat memahami situasi pelayanan sekaligus mengurangi ketidakpastian selama menunggu pemeriksaan.

Norsan menegaskan bahwa masyarakat yang datang ke rumah sakit berada dalam kondisi membutuhkan pertolongan medis. Karena itu, kenyamanan dan kepastian pelayanan harus menjadi perhatian tenaga kesehatan.

“Jangan sampai masyarakat kita yang sudah sakit harus semakin terbebani karena menunggu terlalu lama. Layani dengan hati, karena kesehatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah,” pesannya.

Ria Norsan juga mengingatkan para dokter dan perawat agar menjalankan tugas dengan mengedepankan kepedulian terhadap pasien.

Menurutnya, pelayanan kesehatan bukan sekadar menjalankan kewajiban profesi, melainkan juga menyangkut tanggung jawab kemanusiaan.

“Dokter dilantik pertama kali adalah untuk kemanusiaan, dan menolong orang. Saya berpesan kepada para dokter, dan perawat agar melayani masyarakat dengan senang hati dan ikhlas, sehingga hal tersebut dapat menjadi amal di kemudian hari,” ujarnya.

Sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Barat, RSUD dr. Soedarso diharapkan mampu memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan memperhatikan kebutuhan pasien.

Evaluasi terhadap waktu tunggu dokter spesialis menjadi salah satu langkah yang diminta gubernur agar kualitas pelayanan rumah sakit terus diperbaiki.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua