Langsung ke konten
Kalbar

Perumda Tirta Khatulistiwa Klaim Cakupan Layanan Pertahun 2025 Capai 94,42 Persen

Perumda Tirta Khatulistiwa mengoperasikan sembilan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan total kapasitas terpasang mencapai 2.308 liter per detik.

Redaksi Diperbarui
Media Visit Diskominfo Kota Pontianak dan Perumda Tirta Khatulistiwa, Kamis (5/11/2026)
Media Visit Diskominfo Kota Pontianak dan Perumda Tirta Khatulistiwa, Kamis (5/11/2026)

KabarKalimantan.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak mencatat sebanyak 649.105 jiwa telah mendapatkan pelayanan air minum hingga semester I tahun 2026.

Jumlah tersebut didukung oleh 160.124 sambungan rumah (SR), dengan cakupan pelayanan teknis perusahaan pada 2025 mencapai 94,42 persen.

Penanggung Jawab (Pjw) Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi, mengatakan perusahaan terus berupaya memperluas akses air minum sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan pers di kantornya, Kamis (5/11/2026).

“Cakupan pelayanan teknis perusahaan pada 2025 tercatat mencapai 94,42 persen. Sementara itu, jumlah penduduk terlayani meningkat dari 577.286 jiwa pada 2021 menjadi 647.740 jiwa pada 2025. Pada Semester I 2026, jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 649.105 jiwa. Capaian ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap layanan air minum,” ujarnya

Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat, Perumda Tirta Khatulistiwa mengoperasikan sembilan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan total kapasitas terpasang mencapai 2.308 liter per detik.

Zulhiyardi menjelaskan, air baku yang digunakan perusahaan berasal dari Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Selanjutnya, air didistribusikan melalui empat wilayah pelayanan, yakni Imam Bonjol, Parit Mayor, Selat Panjang, dan Nipah Kuning.

Jaringan distribusi tersebut menjangkau seluruh wilayah Kota Pontianak serta sebagian Kabupaten Kubu Raya.

Menurut Zulhiyardi, peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap air minum harus diimbangi dengan penguatan kapasitas produksi dan keandalan jaringan distribusi.

Karena itu, perusahaan terus mengupayakan perbaikan infrastruktur agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.

Selain memperluas cakupan pelayanan, Perumda Tirta Khatulistiwa juga mencatat peningkatan kinerja keuangan pada 2025.

Pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp257,68 miliar, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar Rp249,75 miliar.

Laba setelah pajak juga mengalami kenaikan, dari Rp32,66 miliar pada 2024 menjadi Rp41,41 miliar pada 2025.

“Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kinerja perusahaan dalam menjaga keberlanjutan operasional sekaligus mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya Zulhiyardi.

Peningkatan kinerja keuangan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan layanan perusahaan ke depan.

Dari sisi pelayanan pelanggan, Perumda Tirta Khatulistiwa mencatat tingkat penyelesaian pengaduan sebesar 96,82 persen sepanjang 2025.

Perusahaan juga meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan pegawai.

Rasio pegawai yang mengikuti pendidikan dan pelatihan meningkat dari 23,58 persen pada 2021 menjadi 93,12 persen pada 2025.

Zulhiyardi menyampaikan bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pelayanan.

Meski demikian, perusahaan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama kebutuhan penguatan infrastruktur, optimalisasi distribusi, serta efisiensi operasional.

“Perusahaan juga perlu untuk terus meningkatkan efisiensi operasional, termasuk menekan tingkat kehilangan air,” ujarnya

Ke depan, Perumda Tirta Khatulistiwa berkomitmen memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan keandalan jaringan, dan memperluas akses pelayanan air minum.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat Kota Pontianak dan wilayah sekitarnya terhadap layanan air minum yang semakin baik. (*) 

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua