Langsung ke konten
Kalbar

Pantau 2 Kapal BBM Berlabuh di Ketapang, Bupati Alexander Wilyo Minta Distribusi ke SPBU Dipercepat

Percepatan distribusi diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal dan aktivitas warga tidak terus terganggu akibat kesulitan memperoleh bahan bakar.

Redaksi
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo turun langsung ke Jobber Pertamina untuk memastikan kesiapan distribusi BBM di Ketapang.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo turun langsung ke Jobber Pertamina untuk memastikan kesiapan distribusi BBM di Ketapang.

 

KabarKalimantan.id - Dua kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) tiba di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (16/10/2026).

Bupati Ketapang Alexander Wilyo langsung meninjau terminal penyaluran BBM atau jobber untuk memastikan kesiapan distribusi ke sejumlah SPBU dan Pertashop.

Kedatangan dua kapal tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan masyarakat memperoleh BBM yang dalam beberapa waktu terakhir memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

Alex mengatakan distribusi BBM dari terminal penyaluran menuju SPBU dan Pertashop dijadwalkan mulai dilakukan pada Jumat siang.

“Kami sudah melihat langsung bahwa kapal pengangkut BBM sudah datang dan siang ini akan didistribusikan ke SPBU dan Pertashop,” ujarnya

Dirinya meminta pihak pengelola terminal penyaluran segera mendistribusikan pasokan BBM secara merata ke seluruh SPBU dan Pertashop di Kabupaten Ketapang.

Menurutnya, percepatan distribusi diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal dan aktivitas warga tidak terus terganggu akibat kesulitan memperoleh bahan bakar.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang sebelumnya diinisiasi Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama pihak-pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan pasokan BBM.

Selain meminta percepatan distribusi, Alexander mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Ia mengingatkan bahwa pembelian dalam jumlah besar di tengah keterbatasan pasokan berpotensi memperpanjang antrean dan menyulitkan masyarakat lainnya.

Alex juga meminta agar tidak ada pihak yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk melakukan penimbunan maupun mengambil keuntungan pribadi.

Ia berharap seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif selama proses pemulihan distribusi BBM berlangsung.

Dalam kesempatan itu, Alexander turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kesulitan mendapatkan BBM yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, meskipun penetapan kuota dan pengaturan distribusi BBM bukan kewenangan langsung pemerintah kabupaten, pemerintah daerah tetap berupaya membantu penyelesaian persoalan tersebut melalui koordinasi dengan pihak terkait.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas kondisi yang terjadi. Walaupun ini bukan kewenangan langsung pemerintah daerah, kami tetap berusaha semaksimal mungkin agar kebutuhan masyarakat terhadap BBM bisa kembali normal,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Ketapang akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Kendati dua kapal pengangkut BBM telah tiba, normalisasi pasokan di tingkat SPBU masih bergantung pada kelancaran proses penyaluran dari terminal distribusi ke masing-masing lokasi. (*)

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua