KabarKalimantan.id - Pemerintah Kabupaten Ketapang melanjutkan program bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi pelajar sebagai upaya meringankan beban orang tua dan meningkatkan akses pendidikan.
Pada 2026, sebanyak 6.000 siswa sekolah dasar (SD) menjadi sasaran bantuan seragam gratis, sementara bantuan alat tulis disalurkan kepada 9.000 pelajar.
Program unggulan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, tersebut telah menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang, dengan proses distribusi yang dilaporkan hampir rampung.
“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam mendukung pemerataan pendidikan, meringankan beban orang tua, serta mendorong anak-anak agar terus bersekolah tanpa terkendala keterbatasan ekonomi,” kata Alex, Jumat (23/10/2026).
Alex menegaskan, keterbatasan ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan.
Menurutnya, bantuan seragam dan perlengkapan belajar merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk membantu pelajar, khususnya dari keluarga yang membutuhkan.
“Jangan sampai anak-anak kita tidak mau sekolah karena tidak punya seragam atau alat tulis. Kita ingin seluruh anak Ketapang mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Darma, menjelaskan penyaluran bantuan seragam gratis bagi 6.000 siswa SD saat ini hampir selesai.
Paket seragam tersebut terdiri atas baju, celana atau rok, topi, dan dasi.
Sementara itu, bantuan alat tulis yang diperuntukkan bagi 9.000 siswa meliputi buku tulis, pensil, penggaris, dan pulpen.
“Distribusinya sudah hampir rampung. Ada 6 ribu pelajar SD yang menerima seragam berupa baju, celana atau rok, topi, serta dasi. Sedangkan alat tulis berisi buku tulis, pensil, penggaris, dan pulpen disalurkan untuk 9 ribu siswa,” jelas Darma.
Selain bantuan bagi siswa SD, Pemkab Ketapang juga menyiapkan penyaluran seragam, tas, dan alat tulis gratis kepada 2.500 siswa sekolah menengah pertama (SMP).
Bantuan tersebut dialokasikan melalui APBD Perubahan 2026 dan masih dalam proses pelaksanaan.
“Di APBD Perubahan akan kita salurkan bantuan tersebut untuk 2.500 pelajar SMP. Semoga tidak ada kendala dan bisa memberikan manfaat bagi para pelajar,” harapnya.
Darma menambahkan, bantuan perlengkapan sekolah gratis merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Ketapang yang mulai diprioritaskan pada 2025.
Dengan demikian, tahun 2026 menjadi tahun kedua pelaksanaan program tersebut.
Soroti Rata-rata Lama Sekolah
Di samping bantuan perlengkapan belajar, Alexander Wilyo menyoroti tantangan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Ketapang.
Ia mengungkapkan rata-rata lama sekolah masyarakat Ketapang masih berada pada angka 7,9 tahun.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan akses pendidikan dan mengurangi risiko anak putus sekolah.
Dirinya menilai pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, ia meminta agar peningkatan kualitas sekolah tidak hanya dilakukan melalui bantuan kepada siswa, tetapi juga melalui perbaikan sarana pendidikan dan pemerataan tenaga pengajar.
Perhatian khusus diberikan kepada sekolah-sekolah di wilayah pedalaman, termasuk kebutuhan ruang kelas, fasilitas penunjang, serta rumah dinas bagi guru.
Alex juga mendorong pemberian apresiasi kepada tenaga pendidik yang berprestasi dan menunjukkan dedikasi dalam mengajar, terutama di daerah terpencil.
Selain bantuan seragam dan alat tulis, Pemkab Ketapang menjalankan program beasiswa serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah daerah berharap kesempatan belajar semakin merata dan anak-anak di seluruh wilayah Ketapang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (*)
Penulis : Nur Imam Satria