KabarKalimantan.id - Program CSR Bumitama Gunajaya Agro (BGA Grup) di bidang pendidikan satu di antara nya mendorong pertumbuhan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian desa dengan memberikan Beasiswa Perkuliahan S-1 bagi Guru Non-ASN.
Rizki Munadhil selaku Dephead CSR BGA Group dalam sambutannya menyampaikan, program beasiswa S-1 bagi Guru Non-ASN ini menjadi salah satu komitmen BGA dalam membangun daya saing masyarakat melalui peningkatan mutu pendidikan dan profesionalisme guru.
"Langkah ini merepresentasikan investasi sosial jitu karena menyekolahkan satu orang guru sama dengan mendidik 500 orang generasi bangsa ketika diasumsikan satu orang guru mengajar 20 anak per tahun dengan masa kerja 25 tahun," ujarnya.
Pada tahun ini, tercatat 13 Guru Non-ASN yang telah memberikan pengabdian mendidik putra-putri bangsa di wilayah pedesaan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, menjadi penerima Beasiswa S-1 menempuh pendidikan Sarjana Pendidikan setelah melalui assessment dan deklarasi komitmen bersama BGA.
Pada Oktober 2026 telah dilaksanakan serah terima Beasiswa Perkuliahan S-1 secara simbolis kepada Para Guru Non-ASN di semua wilayah BGA Group di berbagai wilayah operasional BGA di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah meliputi Kecamatan Antang Kalang, Kendawangan, Nanga Tayap, dan Sungai Melayu Rayak.
Agenda tersebut dihadiri oleh pimpinan PT BGA di masing-masing wilayah, Kepala Desa setempat, dan keluarga para penerima beasiswa.
Camat Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, Daniel Laumakny, S.Th., M.Pd.K mengatakan, tiga orang guru honorer yang berasal dari SDN 01 Sungai Melayu Rayak, SDN 08 Sungai Melayu Rayak dan SDN 04 Pemahan sangat mengapresiasi program CSR BGA Grup di bidang pendidikan ini.
Ia menyampaikan bahwa langkah ini bisa dicontoh oleh perusahaan lain yang ada di Kecamatan Sungai Melayu Rayak agar dapat bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan PGRI dalam meningkatkan SDM para guru.
Ke depan, ia memiliki gagasan untuk mengadakan pelatihan bagi guru yang melibatkan kolaborasi stakeholder pada perayaan Hari Guru pada November mendatang.
Sementara itu, Muhammad Yani selaku Kepala Desa Rangkung, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, menyampaikan bahwa program ini sangat positif dan membantu pengembangan pendidikan di desa.
"Semoga para guru yang mendapat kesempatan ini dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi dalam mendidik anak-anak kami. Kami sangat berterima kasih kepada CSR PT. BGA khususnya Region Sungai Rasau," tuturnya.
Perwakilan guru penerima beasiswa asal Kendawangan, Gestia, turut mengungkapkan rasa terima kasihnya.
"Saya telah mengajar selama 6 tahun dan berusaha memberikan yang terbaik. Hari ini, dengan rahmat Tuhan, saya akan berupaya memaksimalkan kesempatan dari BGA Group ini untuk terus mendidik anak didik kami dengan sepenuh hati," ujarnya.
Penerima beasiswa dari wilayah Sungai Melayu juga menyampaikan apresiasi serupa. Di mana kesempatan ini dinilai sangat membantu para pendidik di daerah pelosok untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik tanpa meninggalkan kewajiban mengajar mereka sehari-hari.
Dalam kesempatan ini dapat disampaikan pula bahwa selain beasiswa perkuliahan S-1 Non-ASN, program CSR BGA juga telah membantu memberikan program Internal House Training (IHT) untuk guru-guru di masing-masing kecamatan wilayah kerja BGA Group, pendampingan anak pekebun dalam program beasiswa BPDPKS atau SDM Sawit 2026, serta pengadaan sarana sekolah dan revitalisasi bangunan sekolah binaan CSR BGA Group.
Diharapkan, berbagai program ini dapat meningkatkan SDM yang berkualitas dan mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) di lingkungan sekolah.
Penulis : Nur Imam Satria