Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

TelkomGroup Salurkan Masker dan Vitamin untuk Warga Terdampak Karhutla di Kalimantan

Program TelkomGroup Peduli Bencana Karhutla 2026 yang menjangkau Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan pada pertengahan September 2026

Redaksi Diperbarui
BANTUAN - TelkomGroup menyalurkan bantuan kesehatan berupa paket masker medis dan vitamin bagi masyarakat dan petugas di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
BANTUAN - TelkomGroup menyalurkan bantuan kesehatan berupa paket masker medis dan vitamin bagi masyarakat dan petugas di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

KabarKalimantan.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui TelkomGroup menyalurkan bantuan kesehatan berupa masker medis dan vitamin kepada masyarakat serta petugas di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi Kalimantan.

Bantuan tersebut disalurkan melalui program TelkomGroup Peduli Bencana Karhutla 2026 yang menjangkau Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan pada pertengahan September 2026.

Penyaluran bantuan dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan dasar masyarakat dan petugas yang beraktivitas di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

“TelkomGroup berupaya hadir bersama masyarakat, termasuk ketika terjadi bencana dan kondisi darurat seperti karhutla. Melalui bantuan masker medis dan vitamin ini, kami berharap dapat mendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar masyarakat dan petugas di wilayah terdampak,” ujar Hery dalam keterangan perusahaan, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, penanganan dampak karhutla tidak hanya membutuhkan upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran, tetapi juga dukungan bagi masyarakat yang menghadapi risiko kesehatan akibat paparan asap.

Hery mengatakan TelkomGroup berupaya terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Semangat Bersama Jadi Bisa menjadi landasan bagi kami untuk terus berkolaborasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan dalam keterangan perusahaan, puncak musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung pada Juli hingga September, dengan cakupan wilayah terluas pada Agustus.

Kondisi kering selama periode tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, sehingga kewaspadaan serta dukungan berbagai pihak diperlukan untuk mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.

Penyaluran masker dan vitamin tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) TelkomGroup.

Perusahaan menyatakan program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera.

Melalui program tersebut, TelkomGroup berharap bantuan yang disalurkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat dan petugas di wilayah terdampak sekaligus memperkuat kesiapsiagaan komunitas dalam menghadapi dampak karhutla. (*)

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua