SEKADAU — Pagi itu, Jumat jam 09.00 WIB, suasana di Kantor Credit Union (CU) Lawang Kuwari Mandiri, Kabupaten Sekadau, terasa hangat dan cair. Tidak ada jarak kaku antara pimpinan dan tuan rumah. Di meja diskusi sederhananya, berlangsung sebuah momentum penting bagi arah gerakan ekonomi kerakyatan di daerah tersebut: kunjungan silaturahmi, peninjauan, dan koordinasi atas permohonan resmi CU Lawang Kuwari Mandiri untuk bergabung menjadi anggota primer PUSKOP CU Borneo.
Pertemuan yang dihadiri jajaran lengkap Pengurus, Pengawas, dan Manajemen CU Lawang Kuwari Mandiri ini berlangsung dalam iklim penuh kekeluargaan. Meski diikat dalam perbincangan nonformal, substansi yang dibahas menyentuh akar fundamental tata kelola gerakan koperasi kredit yang sehat dan akuntabel.
Menyatu dalam Visi Pemberdayaan
Acara dibuka dengan sambutan dan pemaparan dari Ketua Pengurus CU Lawang Kuwari Mandiri, Aloysius. Dengan lugas, ia menyampaikan profil perjalanan lembaga, aspirasi para anggota, serta tekad bulat untuk terus berkembang melalui sinergi strategis bersama puskop sekunder.
Menanggapi harapan tersebut, Wakil Ketua Pengurus PUSKOP CU Borneo, Yacobus Juliannelis—yang juga menjabat sebagai Penyuluh Agama Katolik Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Pontianak—menegaskan bahwa gerakan Credit Union bukan sekadar urusan simpan pinjam uang. Lebih dari itu, CU adalah gerakan moral yang berlandaskan solidaritas, kejujuran, dan pemberdayaan harkat hidup manusia.
Penguatan nilai-nilai kelembagaan semakin tebal lewat pandangan yang disampaikan oleh Ketua Pengawas PUSKOP CU Borneo, Ignasius, serta Anggota Pengurus, Yulius Heri. Keduanya menggarisbawahi pentingnya prinsip kehati-hatian (prudential), kepatuhan, dan sistem pengawasan internal sebagai benteng utama dalam menjaga kepercayaan para anggota.
Membedah Mekanisme Keanggotaan Primer
Sesi krusial berlanjut saat Manajer PUSKOP CU Borneo, Philipus Dwirahaja, memaparkan materi mengenai lanskap Gerakan CU serta standar operasional dan mekanisme menjadi anggota primer PUSKOP CU Borneo. Philipus menguraikan bagaimana integrasi ini akan membuka akses pendampingan manajemen, pelatihan SDM, pengawasan terpadu, hingga perlindungan likuiditas yang berkelanjutan.
Diskusi interaktif pun mengalir hangat. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan lugas, mencerminkan komitmen kedua pihak untuk melangkah bersama dalam koridor tata kelola koperasi modern yang transparan.
Mengenal Lebih Dekat: Lembaga & Gerakan
1. Gerakan Credit Union (CU)
Credit Union atau Koperasi Kredit adalah gerakan sosial-ekonomi berbasis kerakyatan. Mengusung filosofi dari, oleh, dan untuk anggota, CU berfokus pada pendidikan keuangan, budaya menabung terencana, serta penyaluran pinjaman produktif demi mengangkat kemandirian ekonomi masyarakat.
2. PUSKOP CU Borneo
Sebagai entitas sekunder, PUSKOP CU Borneo berperan sebagai rumah besar dan pelindung bagi CU-CU primer di dalamnya. PUSKOP CU Borneo menyediakan layanan strategis mulai dari pengembangan kapasitas SDM, audit dan pengawasan internal, otomatisasi sistem teknologi informasi, hingga pengelolaan sistem jaminan likuiditas antar-CU (interlending).
3. CU Lawang Kuwari Mandiri Sekadau
Tumbuh dan berakar di Kabupaten Sekadau, CU Lawang Kuwari Mandiri mengambil filosofi nama "Lawang Kuwari"—sebuah simbol kebanggaan dan kearifan lokal setempat. CU ini hadir sebagai mitra keuangan terpercaya yang mendorong pemberdayaan ekonomi warga Sekadau berbasis semangat gotong royong.
Kunjungan di Sekadau menjadi bukti nyata bahwa fondasi terkuat sebuah gerakan ekonomi kerakyatan adalah kebersamaan dan rasa saling percaya. Ketika niat tulus untuk memberdayakan masyarakat bertemu dengan standar tata kelola yang profesional, keanggotaan CU Lawang Kuwari Mandiri di PUSKOP CU Borneo bukan sekadar formalitas organisasi—melainkan babak baru menuju kesejahteraan anggota yang lebih kokoh dan berkelanjutan.