KabarKalimantan.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui data dari Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim menyampaikan jika jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung di Kaltim pada semester pertama mencapai 14.475 orang, dengan capaian sebesar 80,42 persen dari total target hingga akhir tahun ini sebanyak 18.000 orang.
Puncak kunjungan wisman pada semester pertama ini terjadi di bulan Juni 2024 yakni sebanyak 3.120 orang masuk ke Kaltim.
Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Restiawan Baihaqi mengatakan jika meningkatnya kunjungan wisman ke Kaltim dikarenakan konektivitas angkutan Udara, dimana dibuknya jalur penerbangan di Kaltim.
“Tingginya jumlah kunjungan wisman ini karena beberapa hal, antara lain makin terbukanya konektivitas angkutan udara Indonesia, termasuk terbukanya jalur penerbangan di Kaltim,” kata Restiawan Baihaqi.
Restiawan mengatakan, industri penerbangan terus berupaya menyesuaikan permintaan beberapa jalur baru penerbangan domestik, karena permintaan terhadap perjalanan udara secara umum terus meningkat sejak 2023, baik perjalanan internasional maupun domestik.
“Geliat pemulihan penerbangan tingkat global mulai terlihat di akhir 2023, setelah sebagian besar rute penerbangan internasional utama kembali dibuka. Sedangkan di Indonesia, pemulihan industri penerbangan didorong oleh perjalanan domestik,” katanya.
Faktor lain yang berpengaruh terhadap tingginya jumlah wisman ke Kaltim, juga karena pihaknya aktif melakukan promosi dengan mengedepankan prinsip MICE (meetings, incentives, conventions and exhibitions), sehingga melalui pola ini banyak yang tertarik dan melakukan kunjungan ke Kaltim.
Ia menyatakan bahwa kegiatan MICE memberikan dampak ganda, bukan hanya dari sudut kepariwisataan, tapi juga dari sisi ekonomi lain seperti usaha penunjang yang meliputi jasa akomodasi dan transportasi.
“Kemudian jasa boga seperti restoran dan katering, suvenir, berbagai produk ekonomi kreatif seperti seni dan barang-barang seni, oleh-oleh lokal baik produk makanan atau minuman olahan, bahkan berbagai produk lain terkait dengan jasa objek wisata,” katanya.
Akibat dari meningkatnya kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara, ujarnya pula, pelaku di sektor penginapan, homestay, dan perhotelan juga bergairah karena setiap ada perjalanan wisata, pasti diperlukan hal lain, salah satunya adalah tempat bermalam.
Berikut rincian kunjungan per bulan sepanjang semester pertama:
Januari: Jumlah Kunjungan Wisman 2.300 orang
Februari: Jumlah Kunjungan Wisman 1.750 orang
Maret: Jumlah Kunjungan Wisman 1.691 orang
April: Jumlah Kunjungan Wisman 2.718 orang
Mei: Jumlah Kunjungan Wisman 2.896 orang
Juni: Jumlah Kunjungan Wisman 3.120 orang. (Sumber Antara/Disbudpar Kaltim)